pengertian, fungsi, dan konfigurasi ssh

Jumat, 06 Oktober 2017

CARA SETTING SSH DI DEBIAN

Pengertian dan Fungsi SSH
Pengertian SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protokol jaringan yang memanfaatkan kriptografi untuk melakukan komunikasi data pada perangkat jaringan agar lebih aman. Dalam konsepnya penggunaan SSH ini harus di dukung oleh server maupun perangkat atau komputer klien yang melakukan pertukaran data. Keduanya harus memiliki SSH server dari sisi komputer server dan SSH klien untuk komputer penerima (klien).
Banyaknya masalah keamanan jaringan memang menjadi hal serius untuk dihadapi, terutama untuk jaringan yang menghubungkan pertukaran data yang krusial. Sebagai contoh perbankan, pemerintah, dan instansi swasta yang membutuhkan perlindungan data terhadap konsumen dan bisnisnya, bahkan antivirus terbaik pun tidak dapat memberikan perlindungan secara sempurna.

Fungsi SSH
Fungsi SSH dapat digunakan untuk menggantikan telnet, rlogin, ftp, dan rsh, salah satu fungsi utamanya adalah untuk menjamin keamanan dalam melakukan transmisi data pada suatu jaringan. SSH banyak dimanfaatkan oleh berbagai network admin di berbagai belahan dunia untuk mengontrol web dan jenis jaringan lainnya seperti WAN.
Fungsi SSH ini sebenarnya adalah dibuat untuk menggantikan protokol sebelumnya yang dianggap sangat rentan terhadap pencurian data melalui malware berbahaya. Protokol tersebut antara lain adalah rlogin, TELNET dan protokol rsh.
Fungsi SSH
1.     Melakukan enkripsi terhadap data yang dikirim
2.     Protokol untuk pertukaran data dalam suatu jaringan
3.     Otentifikasi, mekanisme untuk memastikan pengirim dan penerima adalah benar dan aman.
4.     Kerahasiaan, memastikan kerahasiaan data yang dikirim agar hanya diketahui oleh penerima dan pengirim.

Instalasi SSH Server Dan Konfigurasi di Debian .

1. Sebelum melakukan instalasi pastikan sudah tehubung pada jaringan internet. langsung saja masuk pada debian . lalu ketikkan nano /etc/network/interfaces . INGAT !! Pada bagian iface eth0 inet setelah kata itu biasanya tulisan static kita ganti dhcp . Supaya mendapat ip otomatis langsung dari internet. lalu ketikkanCTRL+O , enter , CTRL+X


2. setelah itu kita cek apakah sudah mendapat ip atau belum, yaitu pada ifconfig . Pada gmbar dibawah ini dapat dilihat bahwa ip ssh 192.168.10.27 . 


3. Kemudian Install paket ssh dengan perintah apt-get install.


4. Setelah selesai instalasi, jangan lupa untuk mengecek apakah paket sudah terinstall dengan perintah dpkg -l. Bila sudah ii berarti sudah terinstall.


5. Sekarang kita coba masuk ke ssh dengan user yang sudah ada. Caranya ssh kamu@localhost


Cara keluarnya : 


6. Jika anda ingin merubah Port yang digunakan kita bisa konfigurasi di file sshd_config, caranya masuk ke folder cd /etc/ssh kemudian ls


7.  lalu ketikkan nano sshd_config atau nano /etc/ssh/sshd_config. Kita menggunakan port 22 saja agar lebih mudah

8. Setelah selesai jgn lupa save, lalu kia restart paket ssh caranya;


9. Untuk menggunakannya anda tinggal tambahkan -p nomer port seperti gambar dibawah ini


10. Sekarang kita coba uji pada client dengan menggunkan applikasi putty. Caranya buka aplikasi putty lalu masukkan Ip Address dari Server lalu nomer port yang digunakan, disini saya gunakan port default ssh yaitu port 22.


11. Jika ada security alert seprti di gambar,,pilih saja Yes.

12. Kemudian masuk dengan user yang ada di debian anda. Dan masukkan password nya. Setelah login sebagai user, anda bisa masuk sebagai super user dengan perintah  su lalu masukkan pass root.


13. Sekarang kita sudah berada dalam jaringan atau server linux, kita bisa konfigurasi dari mana saja asal terkoneksi ke jaringan,


14. Selesai.

PENGERTIAN, FUNGSI,KEGUNAAN, CARA KERJA DAN CARA INSTALASI SSH SERVER

Sabtu, 30 September 2017

Pengertian SSH (Secure Shell)

SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protokol jaringan yang memanfaatkan kriptografi untuk melakukan komunikasi data pada perangkat jaringan agar lebih aman. Dalam konsepnya penggunaan SSH ini harus didukung oleh server maupun perangkat atau komputer klien yang melakukan pertukaran data. Keduanya harus memiliki SSH Server dari sisi komputer server dan SSH Klien untuk komputer penerima (klien).
Banyak digunakan pada sistem operasi berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun Shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti internet.

Pengertian Fungsi Manfaat SSH (Secure Shell)


Fungsi SSH

Fungsi SSH dapat digunakan untuk menggantikan telnet, rlogin, ftp dan rsh, salah satu fungsi utamanya adalah untuk menjamin keamanan dalam melakukan transmisi data pada suatu jaringan. SSH banyak dimanfaatkan oleh berbagai network admin dibeberapa belahan dunia untuk mengontrol web dan jenis jaringan lainnya seperti WAN. Fuungsi SSH ini sebenarnya adalah dibuat untuk menggantikan protokol sebelumnya yang dianggap sangat rentan terhadap pencurian data melalui malware berbahaya. Protokol tersebut antara lain adalah rlogin, telnet dan protokol rsh.
Fungsi lain SSH adalah :

  1. Melakukan enkripsi terhadap data yang dikirim,
  2. Protokol untuk pertukaran data dalam suatu jaringan,
  3. Otentifikasi, mekanisme untuk memastikan pengirim dan penerima adalah benar dan aman
  4. Kerahasiaan, memastikan kerahasiaan daya yang dikirim agar hanya diketahui oleh penerima dan pengirim.


Manfaat menggunakan SSH

Manfaat menggunakan akun SSH adalah meningkatkan keamanan data pada komputer Anda ketika mengakses internet, karena dengan adanya Akun SSH sebagai perantara koneksi internet Anda, SSH akan memberikan enskripsi pada semua data yang terbaca, baru mengirimkannya ke server lain.
Selain dapat melakukan enskripsi data, SSH juga memiliki kemampuan melakukan Port Forwarding yang mana memungkinkan kita mendapatkan manfaat sebagai berikut ini:

Melakukan koneksi aplikasi TCP (misalnya : webserver, mail server, FTP server) dengan lebih secure (aman)
Melakukan koneksi dengan membypass (melewati) firewall atau proxy setempat.
Manfaat kedua diatas itulah yang sering dicari oleh para pengguna Internet dan memanfaatkannya untuk kepentingan akses internet. Dengan menggunakan Akun SSH Kita juga dapat mengelola VPS untuk dijadikan hosting ataupun fungsionalitas yang lain.
Menggunakan Akun SSH untuk tunneling koneksi internet Anda memang tidak menjamin meningkatkan speed internet Anda. Namun dengan menggunakan Akun SSH, otomatis IP yang Anda gunakan akan bersifat statis dan dapat Anda gunakan secara privat dengan catatan hanya Anda lah user dalam Akun SSH tersebut.
Protocol SSH ini memiliki banyak fungsi, selain fungsi tunneling yang sering kita gunakan, kita juga bisa menggunakan SSH untuk SFTP, SOCKS4/5 proxy atau bisa juga kita gunakan untuk mengatur VPS atau hosting milik kita khususnya VPS dengan OS Linux seperti CentOS.Untuk menggunakan tunneling menggunakan SSH ini kita bisa mengguankan SSH client seperti Bitvise Tunnelier ataupun Putty untuk sistem operasi Windows.
Untuk mendapatkan akun dan penggunaan dari SSH ini, kita bisa mendapatkan akun SSH gratis di cjb.net atau jika kita memiliki VPS biasanya pihak penyedia memberikan juga SSH untuk pengaturan VPS kita.

Kegunaan SSH 

SSH dirancang untuk menggantikan protokol telnet dan FTP. SSH merupakan produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan berupa penciptaan tunnel antar host. Dua hal penting SSH adalah console login (menggantikan telnet) dan secure filetransfer (menggantikan FTP), tetapi dengan SSH anda juga memperoleh kemampuan membentuk source tunnel untuk melewatkan HTTP,FTP,POP3, dan apapun lainnya melalui SSH tunel. 

Public Key Cryptografi (Kriptografi Kunci Publik) 
SSH menggunakan metode public-key cryptography untuk mengenkripsi komunikasi antara dua host, demikian pula untuk autentikasi pemakai. Dengan metode ini, kita akan memerlukan 2 buah kunci berbeda yang digunakan baik untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dua buah kunci tersebut masing-masing disebut public key (dipublikasikan ke publik/orang lain) dan private key (dirahasiakan/hanya pemiliknya yang tahu). Masing masing kunci di atas dapat digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. 

Cara kerja SSH

Public/private key yang masing-masing menjadi identitas SSH bagi keduanya. 
Langkah-langkah koneksinya adalah sebagai berikut : 

  • Langkah 1
  • Client bind pada local port nomor besar dan melakukan koneksi ke port 22 pada server.
  • Langkah 2
  • Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu. Hal ini penting karena SSH v.1 dan v.2 tidak kompatibel.
  • Langkah 3
  • Client meminta public key dan host key milik server.
  • Langkah 4
  • Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
  • Langkah 5
  • Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya menggunakan public key milik server.
  • Langkah 6
  • Server men-decrypt session ky yang didapat dari client, meng-re-encrypt-nya dengan public key milik client, dan mengirimkannya kembali ke client untuk verifikasi.
  • Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session key tersebut. Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Langkah ketujuh diatas dapat dilaksanakan dengan berbagai cara (username/password, kerberos, RSA dan lain-lain).

Cara install dan konfigurasi SSH Server di Debian melalui VirtualBox
1. Buka Debian pada Virtualbox. Kemudian ketikan perintah penginstalan SSH apt-get install ssh lalu tekan “enter” untuk lanjut ke proses penginstalan, seperti gambar dibawah ini.

2. Bila ada konfirmasi Y/N, ketik saja Y.
3. Untuk meremote server via localhost, ketikkan perintah: "ssh root @ localhost" , kemudian ketikkan yes
4. Kemudian jika Anda ingin mengubah port pada ssh server Anda, ketikkan perintah:
"cd / etc / ssh - ls - pico sshd_config" atau "pico / etc / ssh / ssd_config".
5. Ubah Port 22 menjadi port yang ingin Anda hendaki, misalnya: 850. Setelah selesai, simpan file tersebut dengan CTRL-X, Y
6. Restart konfigurasi ssh Anda dengan : "/etc/init.d/ssh restart"

7. PENGUJIAN PADA KLIEN
    1. Anda harus memiliki aplikasi bernama Putty, jika belum silahkan download dulu.
    2. Buka aplikasi Putty.
    3. Pada kolom Host Name (or IP address) masukkan alamat IP Address Anda
    Pada kolom Port masukkan Port yang tadi Anda konfigurasi.
    Misalnya, port tadi kita ubah menjadi 850, maka pada kolom ini Anda masukkan 850.
8.  Open putty configuration

cara cetting DHCP di virtualboox

Senin, 11 September 2017

CARA SETTING DHCP SERVER DI DEBIAN VIRTUAL BOX                                     


1.  Kita buka debian pada virtual box. Lalu untuk masuk pada sistem root ketik su . seperti gambar di bawah ini
2. Setelah itu UPDATE Sistem Linux dengan cara : apt-get update  . jika sudah berhasil langsung kita install dengan cara ketikkan apt-get install isc-dhcp server . seperti gambar dibawah ini . 0 upgrade, 0 newly installed, 0 to remove and 43 not upgrade. Berarti debian kita sudah terinstall dan tidak ada yang perlu diinstall lagi.
3. Lalu, kita masuk pada network interfaces untuk mengubah ip. Ketikkan seperti gambar dibawah ini :nano /etc/network/interfaces

   4. Akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini. Lalu kita setting ip staticnya. Ip bisa terserah. Ini saya pakai ip 192.168.50.1 . setelah selesai tekan CTRL+O >> Enter >> CTRL+X
5.Lalu, kita cek jaringan apakan sudah bisa atau belum. Sebelumnya kita harus keluar dari folder DHCP caranya dengan ketik cd .. . (seperti gambar dibawah ini) . Langsung kita cek jaringannya dengan ketik etc/init.d/networking restart .Jika sudah OK Berarti jaringan sudah sesuai.

    6.Selanjutnya kita kembali masuk ke folder dhcp lagi. Caranya seperti dibawah ini.
7. Lalu kita masuk ke dhcpd.conf . caranya ketik nano dhcpd.conf
8. Pada halaman ini, kalian cari option name dan option domain name. seperti gambar dibawah ini. Lalu ubah sesuka hati. Option domain-name-servers itu diisi IP network yang pertama tadi. Lalu servernya ip google.com yaitu 8.8.8.8

9. Masih pada halaman yang sama. Kita scroll kebawah, kita cari pada bagian A slightly … mulai dari tulisan subnet kita hilangkan tanda # . seperti gambar di bawah ini .
Jika sudah, kita tekan CTRL+O >> Enter >> CTRL+X
  
1   10.  Lalu, kita keluar lagi dari folder dhcp dan masuk folder default . seperti gambar dibawah ini. Terdapat file isc-dhcp-server , itulah yang kita konfigurasi selanjutnya.

    11. Langsung saja kita konfigurasi dengan ketikkan nano /isc-dhcp-server
12. Scroll kebawah, lalu isi “INTERFACES=”eth0”  seperti gambar dibawah ini . simpang dengan cara yang sama seperti tadi yaitu CTRL+O >> Enter >> CTRL+X
13.  Kita restart dengan cara ketik /etc/init.d/isc-dhcp-server restart  . jika sudah OK berarti konfigurasi DHCP sudah benar dan berhasil.
1   14.   Lalu, kita setting jaringan pada virtual box. Ubah Adapter 1 dengan menggunakan Internal network.
 15. kemudian cek ip dengan ifconfig. Lalu akan muncul tampilan seperti di bawah ini
 16. lalu setelah itu ping  ip tersebut. Jika replay itu berati sudah berhasil





 
by: Dwi Rizki Rahma Yunita (XII-TKJ 1/12)